<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Ishaputra Institute</title>
	<atom:link href="http://ishaputra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ishaputra.wordpress.com</link>
	<description>The Ishaputra Institute</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 May 2011 05:14:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ishaputra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f44be9154100755fee4168ec63dbb8ee?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>The Ishaputra Institute</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ishaputra.wordpress.com/osd.xml" title="The Ishaputra Institute" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ishaputra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Beragama, hak atau kewajiban?</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/15/beragama-hak-atau-kewajiban/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/15/beragama-hak-atau-kewajiban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 15:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Commentary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra DI INDONESIA ada sebuah pandangan bahwa setiap warga negara wajib memeluk agama. Itu pun masih sering dibatasi, hanya enam saja; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Entahlah bagaimana nasibnya orang yang menganut agama di luar enam agama resmi tersebut. Apalagi orang yang tidak menganut agama. Pandangan di atas sebenarnya sangat menggelikan. Kenapa? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=134&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/hak-sipil.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-135" title="Hak Sipil" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/hak-sipil.jpg?w=221&#038;h=214" alt="" width="221" height="214" /></a></strong><em>Oleh Ishaputra</em></p>
<p><strong>DI INDONESIA</strong> ada sebuah pandangan bahwa setiap warga negara wajib memeluk agama. Itu pun masih sering dibatasi, hanya enam saja; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Entahlah bagaimana nasibnya orang yang menganut agama di luar enam agama resmi tersebut. Apalagi orang yang tidak menganut agama.</p>
<p>Pandangan di atas sebenarnya sangat menggelikan. Kenapa?</p>
<p>Karena jelas menyalahi norma-norma HAM, di mana memeluk agama sebenarnya merupakan hak dasar, dan bukan kewajiban. Dan sejauh menganut agama merupakan HAK, maka seseorang yang tidak mengambil haknya tentu tidak bisa dipersalahkan. Sementara ketika beragama menjadi kewajiban, maka jelas konsekwensinya negara tidak memberi ruang untuk mereka yang “tidak beragama”.</p>
<p>Adalah menggelikan ketika seseorang DIPAKSA untuk menganut agama, dan membebaskannya memilih satu di antara enam agama yang telah diresmikan. Menurut saya, ini merupakan penzoliman terhadap hak-hak sipil.</p>
<p>Jika norma yang berlaku adalah sedemikian, maka pada akhirnya masyarakat di NKRI akan beragama bukan karena ketulusan, tapi sekedar kewajiban negara dan agar diterima dengan baik di tengah masyarakat. Akhirnya, muncullah fenomena “agama KTP”.</p>
<p>Pernahkah anda berpikir, berapa banyak orang yang tidak beragama di Indonesia ini? Secara de facto, jumlahnya mungkin lebih banyak dari yang kita duga selama ini. Ya, sebab jika diukur dari KTP, tentu semua orang, bisa dikatakan 100%, menganut sebuah agama. Tetapi, adakah yang bisa menjamin dan mengukur, bahwa agama di KTP adalah sesuai dengan kondisi aktual si subjek? Ah, saya kira tidak ada. Memangnya ada “religiometer” yang bisa mengukur kadar keimanan seseorang?</p>
<p>Saya bergabung di banyak milis dan forum <em>online</em>, termasuk <em>Kompasiana</em> tentunya. Banyak saya jumpai rekan-rekan diskusi yang dari opininya tampak tidak beragama, atau sekurangnya tidak menunjukkan tanda-tanda kepemelukan terhadap suatu agama; entah itu ateis, agnostis, atau bahkan sekedar abangan. Opini-opininya biasanya bercorak <em>liberal, </em>dalam arti tidak tampak keterikatannya terhadap norma agama tertentu. Bukankah ini realita sosial yang lazim kita jumpai di dunia maya? Hal macam ini tentu tidak terlihat di dunia nyata, di mana tentunya seseorang “menyembunyikan” ketidakberagamaan mereka, karena satu dan lain hal.</p>
<p>Dari sejumlah analisis di atas, saya hendak memberi kesimpulan sederhana, bahwa sebenarnya banyak di antara masyarakat kita adalah orang-orang yang tidak menganut agama, atau sekurangnya ‘abangan’. Mereka tetap minoritas, tapi jumlahnya lebih banyak dari yang kita bayangkan. <em>Thus</em>, apakah ada yang salah dengan mereka?</p>
<p>Kenapa mereka menyembunyikan ketidakberagamaan mereka di dunia nyata? Ya, karena banyak dari masyarakat kita masih belum bisa menerima “orang yang tidak beragama”. Kenapa begitu? Banyak penyebabnya, dan salah satunya adalah norma di negara kita bahwa “setiap orang wajib memeluk sebuah agama”. Dari norma tersebut, ada kesimpulan gegabah bahwa “tidak beragama” berarti ateis, dan ateis berarti komunis. Dan “komunisme” adalah momok yang begitu menakutkan dan ditentang semasa orde baru.</p>
<p>Tidak beragama, tidak sama dengan menjadi ateis. Dan menjadi ateis, juga bukan berarti pengikut komunisme. Di Amerika, lebih dari 90% anggota akademi sains nasional adalah ateis, apakah mereka komunis? Jelas bukan. So, saya berpendapat, bahwa pemahaman seperti itu haruslah dirubah, karena tidak sesuai dengan norma-norma HAM universal. Dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara, beragama adalah HAK, bukan kewajiban. Dan sejauh itu merupakan HAK, maka seseorang yang tidak mengambil haknya tidak bisa dipersalahkan. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=134&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/15/beragama-hak-atau-kewajiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/hak-sipil.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hak Sipil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisruh Ahmadiyah: Bukan soal akidah, tapi pelanggaran terhadap hak-hak sipil</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/12/kisruh-ahmadiyah-bukan-soal-akidah-tapi-pelanggaran-terhadap-hak-hak-sipil/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/12/kisruh-ahmadiyah-bukan-soal-akidah-tapi-pelanggaran-terhadap-hak-hak-sipil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 09:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra &#8211; The Ishaputra Institute “Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama; dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya, mempraktekkannya, melaksanakan ibadahnya dan mentaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum maupun sendiri”. &#8211;DUHAM pasal 18 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=127&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Ishaputra &#8211; <em>The Ishaputra Institute</em></p>
<blockquote><p><em>“Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama; dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya, mempraktekkannya, melaksanakan ibadahnya dan mentaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum maupun sendiri”. &#8211;</em><strong>DUHAM pasal 18</strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_128" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/gambar.jpg"><img class="size-medium wp-image-128" title="Gambar" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/gambar.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Penurunan plang Ahmadiyah di Padang. Gambar: fpi.or.id</p></div>
<p><strong>KISRUH </strong>Ahmadiyah yang sempat terjadi beberapa tahun lalu, terjadi lagi kini. Ribuan massa menyerbu sebuah rumah milik anggota Jemaat Ahmadiyah di desa Cikeusik, Pandeglang, Banten. Sekurangnya tiga orang tewas mengenaskan dalam peristiwa itu.</p>
<p>Wacana pro-kontra Ahmadiyah kembali hangat di berbagai media. Namun sayang, menghadapi kasus ini opini publik masih sering terpeleset pada isu akidah<em>. “Ahmadiyah aliran sesat, karena itu harus dibubarkan”,</em> begitu klaim yang sering kita dengar.</p>
<p>MUI sebagai organisasi Islam, telah menegaskan bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan oleh karena itu harus dibubarkan. Sesatnya Ahmadiyah, menurut MUI, adalah karena mereka mengakui ada nabi setelah Muhammad SAW, dan sejumlah dalil <em>Quranic </em>lainnya. Menurut MUI pula, dengan konsep keyakinannya yang demikian, Ahmadiyah dipandang telah menodai agama Islam.</p>
<p>Para pembela Ahmadiyah tampaknya juga sering <em>larut</em> dengan argumentasi teologi MUI tersebut. Mereka kerap kali membela dengan argumen bahwa Ahmadiyah meyakini rukun Islam, rukun Iman, dan Alquran yang sama dengan Muslim mainstream. Dalam pandangan saya, pola pembelaan seperti ini adalah sia-sia, karena bukan itu pokok persoalannya.</p>
<p>Bagi penganut Ahmadiyah, Islam adalah sebagaimana yang mereka yakini sekarang. Tak peduli betapapun aneh dan kelirunya, sebagai manusia merdeka yang setara dengan manusia penganut agama lainnya, mereka memiliki hak yang sama untuk eksis, menjalankan ibadah, dan berdakwah sebagaimana normalnya penganut agama.</p>
<p>Soal nama “Islam” yang disandang mereka, apakah yang salah? “Islam”, adalah kata yang generik. Berasal dari bahasa Arab yang artinya “berserah diri”. Kata “Islam” berasal dari akar kata “salam”,  yang artinya “damai”. Nah, apakah kata tersebut bisa dimonopoli oleh kelompok agama tertentu saja? Tentu saja tidak. Kata “Allah” pun, dalam sejarahnya berasal dari tradisi pra-Muhammad. Juga, orang-orang Kristen di timur tengah yang berbahasa Arab, termasuk juga di Indonesia, menyebut Tuhan dengan sebutan “Allah”. Apakah itu salah? Tentu saja tidak.</p>
<p>Jadi, pokok persoalannya dalam hal ini bukanlah perdebatan teologis tak berguna apakah Ahmadiyah sesat atau tidak. Tetapi adalah adanya pelanggaran terhadap hak-hak sipil seseorang untuk menganut agama dan menjalankan ajaran agamanya.</p>
<p style="text-align:center;">******</p>
<p>JAMINAN atas kebebasan beragama telah termuat dalam kovenan hak-hak sipil dan politik, dan termasuk dalam jenis hak yang tidak boleh dibatasi <em>(non-derogable rights).</em> Artinya, suatu negara, jika mau dibilang beradab, harus mampu menjamin tegaknya hak-hak sipil tersebut.</p>
<p>Sesat atau tidaknya Ahmadiyah, sama-sekali bukan urusan pemerintah. Dan urusan status “sesat”, jika itu sekedar didasari oleh suatu dalil teologi, juga bukan alasan untuk melarang suatu gerakan keagamaan.</p>
<p>Dalam hal ini, tugas pemerintah seharusnya hanyalah menjamin tiap-tiap warga untuk bebas beragama dan menjalankan agamanya dengan baik, titik.</p>
<p>Sejauh umat Ahmadiyah menjalankan agama dan melakukan dakwah keagamaannya dengan damai, dalam arti kegiatan-kegiatannya itu tidak menghalangi atau mengurangi hak-hak sipil orang lain, maka apa yang dilakukan umat Ahmadiyah adalah benar dan merupakan hak azasi yang harus dilindungi oleh negara.</p>
<p>Apapun alasannya, pelarangan terhadap aktivitas Ahmadiyah tidak bisa dibenarkan. Negara tidak bisa mengakomodir keinginan MUI atau ormas manapun untuk membubarkan Ahmadiyah. Karena jika begitu, negara telah melanggar hak-hak sipil warganya.</p>
<p>Jikapun ribuan ayat Alquran dikeluarkan MUI untuk menjustifikasi pelarangannya itu, tetap saja perbuatan tersebut tidak bisa dibenarkan. Karena HAM berada di atas semua kitab suci.</p>
<p>Dalil teologi tidak bisa menjadi dasar untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang implikasinya melanggar HAM. Jika satu saja hal semacam ini ditolerir, maka ribuan kepercayaan yang ada di dunia akan berupaya melakukan hal yang sama; yaitu menggunakan dalil keimanan mereka untuk melakukan suatu perbuatan yang implikasinya mungkin saja melanggar HAM.</p>
<p>Di forum publik, agama tidak bisa dipandang sebagai <em>anutan</em>, tapi <em>heritage</em> (warisan budaya). Agama sebagai <em>heritage</em> ini tidak bisa dimonopoli kepemilikan dan hak ciptanya oleh sekelompok orang saja.</p>
<p>Kitab-kitab keagamaan apapun dengan segala perangkat-perangkatnya bukan milik sekelompok orang tertentu, tapi milik dunia. Setiap orang bebas mengapresiasi, membedah, mengimani, dan bahkan mengkritisi. Segala pandangan, interpretasi, keyakinan atau kritik apapun yang muncul dari hasil membedah kitab-kitab keagamaan tersebut dan perangkat-perangkatnya, adalah kekayaan intelektual yang harus dihargai. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=127&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2011/02/12/kisruh-ahmadiyah-bukan-soal-akidah-tapi-pelanggaran-terhadap-hak-hak-sipil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2011/02/gambar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama dalam Keluarga</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/agama-dalam-keluarga-2/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/agama-dalam-keluarga-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/agama-dalam-keluarga-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra TAK bisa disangkal, sebagian besar masyarakat kita mendapatkan agama dari orang tuanya, dan akan mewariskan pada anak-anaknya di kemudian hari. Ada semacam aturan tidak tertulis, bahwa seorang anak secara otomatis mewarisi agama orang tuanya. Dengan demikian, setiap orang tua pastinya merasa berhak dan berkewajiban untuk mewariskan agamanya pada anak. Kemudian, sudah barang jamak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=124&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_123" class="wp-caption alignleft" style="width: 194px"><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/keluarga.png"><img class="size-medium wp-image-123" title="keluarga" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/keluarga.png?w=184&#038;h=300" alt="" width="184" height="300" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Keluarga - Ilustrasi.</p></div>
<p></strong></p>
<p><strong>Oleh Ishaputra</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> bisa disangkal, sebagian besar masyarakat kita mendapatkan agama dari orang tuanya, dan akan mewariskan pada anak-anaknya di kemudian hari. Ada semacam aturan tidak tertulis, bahwa seorang anak secara otomatis mewarisi agama orang tuanya. Dengan demikian, setiap orang tua pastinya merasa berhak dan berkewajiban untuk mewariskan agamanya pada anak.</p>
<p>Kemudian, sudah barang jamak pula proses pewarisan agama pada anak itu dimulai semenjak si anak kecil. Belum genap sepuluh tahun, sang anak sudah “dipaksa” untuk mengakui dogma-dogma dan menyandang status penganut agama tertentu. Biasanya, status kepenganutan ini juga dipertanyakan dalam formulir pendaftaran sekolah. Dan biasanya pula, apa agama sang anak adalah bagaimana agama sang orang tua, jadi mudah saja ditebak.</p>
<p>Tradisi ini berkembang sedemikian rupa di sebagian besar masyarakat kita. Sehingga di kemudian hari, seringkali keputusan anak untuk pindah agama atau “murtad” menjadi sedemikian kontroversial dan menghebohkan dalam keluarga. Sudah banyak kisah, orang tua seakan menyesal dan marah mengetahui bahwa anaknya telah pindah agama. Atau, tentunya tidak mengizinkan/melarang keras niatan anaknya untuk berpindah agama.</p>
<p>Tradisi seperti ini sebenarnya merusak perkembangan pemikiran alamiah calon manusia, juga merusak nilai agama itu sendiri. Agama sebagai suatu konsep yang kompleks, yang harus dipahami secara komprehensif terlebih dahulu sebelum akhirnya dipertimbangkan, seolah begitu saja dapat diwariskan kepada seorang anak semenjak masih kecil, sebagaimana mewariskan barang. Agama jadi tampak “murah” dan sederhana. Tak perlu pencarian falsafati dan pengetahuan yang memadai untuk menganutnya. Bagaimana mungkin seorang anak tujuh tahun harus mengakui dogma semisal “Tuhan itu Esa dan Muhammad Rasulullah”, sebagai syarat seorang Muslim, sedangkan kapasitas berpikir dia belum mencukupi untuk itu? Bagaimana mungkin seorang anak tujuh tahun disebut seorang Muslim, Kristen, atau Buddhist, di mana untuk klaim tersebut membutuhkan pengetahuan dan kapasitas berpikir yang cukup? Persoalan tuhan contohnya, untuk menolaknya saja dibutuhkan kapasitas berpikir yang pantas, apalagi untuk menerimanya. Apakah seorang anak kecil bisa menjawab dengan baik, apa alasan ia memilih Islam atau Kristen dan sebagainya? Masalah moralitas dapat saja diajarkan kepada anak-anak, karena memiliki nilai praktis yang universal. Tetapi dogma-dogma teologi?</p>
<p>Berangkat dari sini, bagaimana seharusnya menyikapi agama pada keluarga itu? Apakah agama itu memang seharusnya diwariskan, atau sebaiknya dicari? Apakah fair, jika orang tua melarang anaknya (yang sudah cukup umur) untuk berpindah agama?  []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=124&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/agama-dalam-keluarga-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/keluarga.png?w=184" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Kecil Mengenai &#8220;2012&#8243;</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/catatan-kecil-mengenai-2012/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/catatan-kecil-mengenai-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra SEBENARNYA ada yang perlu dicatat perihal film 2012 yang heboh belakangan ini. Bahwa Roland Emmerich selaku pembuat film, memiliki pengertian &#8220;kiamat&#8221; yang berbeda dengan ajaran agama samawi, semisal Islam. Dengan kata lain, sebenarnya Emmerich tidak sedang membuat film tentang “kiamat” – jika pengertian istilah tersebut hanya boleh ditautkan dalam konteks teologi Islam. Hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=120&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong></p>
<div id="attachment_119" class="wp-caption alignleft" style="width: 223px"><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/2012_movie_poster2a.jpg"><img class="size-medium wp-image-119" title="2012_movie_poster2a" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/2012_movie_poster2a.jpg?w=213&#038;h=300" alt="" width="213" height="300" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Film yang membakar &quot;jenggot&quot; Ulama.</p></div>
<p></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Oleh Ishaputra</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>SEBENARNYA</strong> ada yang perlu dicatat perihal film 2012 yang heboh belakangan ini. Bahwa Roland Emmerich selaku pembuat film, memiliki pengertian &#8220;kiamat&#8221; yang berbeda dengan ajaran agama samawi, semisal Islam. Dengan kata lain, sebenarnya Emmerich tidak sedang membuat film tentang “kiamat” – jika pengertian istilah tersebut hanya boleh ditautkan dalam konteks teologi Islam. Hanya sebuah bencana super besar yang meluluh-lantakkan bumi, sehingga sedikit saja makhluk hidup yang selamat, persis kisah Nabi Nuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Kiamat&#8221; dalam benak Emmerich, dalam konteks film 2012, adalah rentetan bencana alam yang super dahsyat, hingga memporak-porandakan bumi, namun tidak menghancurkannya secara total. Dalam pengertian ini, jelas sangat mungkin manusia berhasil lolos dari bencana dahsyat tersebut, dengan misalnya membuat sebuah kapal besar, sebagaimana digambarkan dalam film. Juga jelas, bahwa “kiamat” dalam benak Emmerich berbeda dengan “kiamat” yang dimaksud dalam doktrin agama Islam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bagian akhir film 2012 tidak menggambarkan kehancuran bumi secara total. Hanya sebagian besar digambarkan hancur, dengan sedikit yang selamat yaitu yang masuk ke dalam sebuah kapal besar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sedangkan dalam ajaran agama samawi, &#8220;kiamat&#8221; digambarkan kehancuran bumi secara total, di mana tak seorang pun selamat. Bencana besar ini dipandang sebagai benar-benar akhir segalanya, dan kemudian muncullah apa yang disebut &#8220;hari penghakiman&#8221;. Dalam kepercayaan samawi pula, baik menurut Kristen maupun Islam, &#8220;kiamat&#8221; mestilah didahului oleh sejumlah &#8220;tanda-tanda teologis”, seperti turunnya Isa Al Masih, Imam Al Mahdi, <em>&#8220;anti-christ&#8221;,</em> dan sejenisnya. Kedua agama tersebut percaya, bahwa Isa Al Masih atau Yesus Kristus akan turun untuk kedua kalinya menjelang kiamat. Ini jelas tidak digambarkan dalam film, yang menunjukkan bahwa film tersebut memang tak berangkat dari kerangka teologi samawi dalam memandang “kiamat”.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Setelah menonton filmnya, kita bisa lihat bahwa ada perbedaan paham yang begitu besar dan mendasar antara Roland Emmerich selaku pembuat film, dengan kalangan agamawan konservatif &#8211;dalam hal ini MUI&#8211; dalam memandang &#8220;kiamat&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Emmerich tampaknya tidak memandang &#8220;kiamat&#8221; secara teologis, namun secara rasional (ini di luar kepercayaan suku Maya mengenai kiamat yang mendasari ide film tersebut). Ini menyebabkan imajinasi Emmerich bisa “lepas”, tanpa harus terikat dengan patron-patron teologi mengenai “kiamat”. Filmnya sama-sekali tidak melibatkan unsur teologi semitik mengenai kiamat. Tak ada kutipan &#8220;Kitab Wahyu&#8221; di filmnya. Dalam pandangan Emmerich yang demikian, sesungguhnya tak perlu &#8220;iman&#8221; untuk bisa mengatakan bahwa bumi, suatu hari nanti, akan hancur sebagaimana tergambar pada filmnya. Juga bukan mustahil, bencana sebesar itu akan bisa diprediksi sekian tahun sebelumnya. Jadi “kiamat” di sini tak mesti benar-benar datang “seperti pencuri di waktu malam”.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sementara MUI yang mewakili agamawan konservatif, selalu terpatri pada perspektif teologis dalam memandang sebuah bencana &#8211;yang sebenarnya peristiwa alam biasa dalam konteks kosmik&#8211;, yaitu kehancuran bumi. Tak ada konsep lain mengenai hari akhir, selain dari apa yang dikatakan dalam kitab suci. Sehingga ketika MUI menjumpai &#8220;versi berbeda&#8221; mengenai hari akhir, beranglah mereka. []</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=120&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/30/catatan-kecil-mengenai-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/2012_movie_poster2a.jpg?w=213" medium="image">
			<media:title type="html">2012_movie_poster2a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paraeidolia; Menjawab Fenomena Penampakan Lafadz Allah</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/paraeidolia-menjawab-fenomena-penampakan-lafaz-allah/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/paraeidolia-menjawab-fenomena-penampakan-lafaz-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 20:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klarifikasi Hoax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra SAYA merasa geli dan sedikit jengkel ketika di dalam sebuah bus kota, seorang pedagang asongan menawarkan sejumlah VCD yang berisi aneka rupa “tanda kebesaran Allah”, berupa gambar-gambar atau foto penampakan ladafz Allah dalam aksara Arab di berbagai tempat; awan, foto satelit, buah-buahan, kulit hewan, dan seterusnya. Dengan nada setengah dakwah, pedagang itu berupaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=114&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_113" class="wp-caption alignleft" style="width: 275px"><strong><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/miracle-01a.jpg"><img class="size-medium wp-image-113" title="miracle-01a" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/miracle-01a.jpg?w=265&#038;h=186" alt="" width="265" height="186" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Lafadz &quot;Allah&quot; dalam gelombang tsunami yang tertangkap satelit. Telanjur heboh, ternyata hanya sebuah &quot;kebetulan&quot; yang dinamakan &quot;paraeidolia&quot;.</p></div>
<p><strong> </strong><strong>Oleh Ishaputra</strong></p>
<p><strong>SAYA</strong> merasa geli dan sedikit jengkel ketika di dalam sebuah bus kota, seorang pedagang asongan menawarkan sejumlah VCD yang berisi aneka rupa “tanda kebesaran Allah”, berupa gambar-gambar atau foto penampakan ladafz Allah dalam aksara Arab di berbagai tempat; awan, foto satelit, buah-buahan, kulit hewan, dan seterusnya. Dengan nada setengah dakwah, pedagang itu berupaya meyakinkan audiencenya untuk mempercayai isi  VCD tersebut. Memang sebuah tema yang provokatif, sehingga usaha si pedagang tidak sia-sia. Walhasil, beberapa orang tertarik dan membeli VCD yang dijajakan seharga Rp. 5000 itu. Di kalangan awam, cerita mengenai penampakan ladafz Allah sangat populer dan benar-benar diyakini sebagaimana adanya.</p>
<p>Untuk fenomena “lafadz Allah”, kalangan awam pada umumnya menerima itu dengan bangga dan ikhlas sebagai sebuah fakta “tanda kebesaran Allah” yang ada di alam semesta, yang kemudian dikait-kaitkan dengan kebenaran teologi mereka. Sayangnya, hampir tidak ada hasrat untuk bertanya dan mencari tahu mengenai fenomena apakah sebenarnya yang sedang mereka saksikan dalam foto tersebut, atau, apakah mereka satu-satunya umat beragama yang pernah menyaksikan “keajaiban” Tuhannya?</p>
<p>Faktanya, fenomena “penampakan ilahiyah” semacam itu juga pernah dialami oleh umat agama lain, tentu dalam konteks teologi yang mereka anut. Jika di komunitas Muslim yang menjadi fenomena adalah penampakan “lafadz Allah”, maka di kalangan Katolik yang menjadi fenomena adalah penampakan Bunda Maria, wajah Yesus, atau sebuah bentuk salib. Mediumnya bisa apa saja; mulai dari pohon, guratan di kayu, bercak di buah anggur, hasil rontgent otak, hingga bercak gosong pada roti panggang.</p>
<p>Kedua umat beragama itu dengan lugunya sama-sama meyakini fenomena ilahiyah yang mereka temukan, dan percaya bahwa itu benar-benar sebuah pesan dari Tuhan untuk manusia. Tapi, bagaimana sudut pandang ilmiah menjelaskan fenomena tersebut?</p>
<div id="attachment_115" class="wp-caption alignright" style="width: 233px"><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/virgintree.jpg"><img class="size-medium wp-image-115" title="virgintree" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/virgintree.jpg?w=223&#038;h=300" alt="" width="223" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh lain paraeidolia, bagian pohon yang mencitrakan Bunda Maria. (Sumber: Yoism.org)</p></div>
<p>Kalangan ilmuwan menyebut fenomena semacam itu sebagai <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pareidolia">Paraedolia</a>,</em> sebuah fenomena psikologis di mana otak kita terangsang untuk menghubungkan sebuah fenomena acak dengan sesuatu yang kita kenal. Paraedolia berasal dari istilah Yunani; <em>Para</em> yang artinya bersamaan dan <em>eidolon </em>yang berarti gambar/citra. Contoh tradisional paling umum dari <em>paraedolia </em>adalah imajinasi manusia tentang gambar wanita tua pada waktu bulan purnama, imajinasi gambar wajah manusia pada awan, bercak di tembok, dan sebagainya. Di ranah audio, fenomena <em>paraedolia </em>terjadi ketika seseorang merasa mendengar suara perempuan menangis dalam tiupan angin di waktu malam. Tiap orang dapat mempersepsi bentuk-bentuk acak sebagai sesuatu yang dikenalnya berdasarkan pengalaman pribadinya.</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, foto <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/27/17351049/bukan.alien.mars.tapi.fenomena.pareidolia">permukaan Mars</a> yang direlease NASA sempat membuat heboh beberapa kalangan, karena dalam foto tersebut terlihat “sosok” mirip manusia yang diduga merupakan makhluk penghuni mars. Dr. Phil Plait, seorang astronom NASA kemudian mengklarifikasi hal tersebut, dan mengatakan bahwa itu hanyalah batu biasa yang kebetulan dipersepsi seperti manusia oleh imajinasi pemirsanya. Ini adalah contoh lain dari fenomena <em>paraedolia</em>. Contoh populer lagi adalah fenomena Pohon Monyet di Jurong West New Town, di Singapura, di mana sebuah pohon terlihat sangat mirip seekor monyet. Beberapa masyarakat lokal mempercayai pohon tersebut sebagai perwujudan dari Dewa Monyet dan setelah itu ribuan orang datang baik untuk sekedar menyaksikan bahkan berdoa.</p>
<p>Sesuatu yang sebenarnya merupakan fenomena alamiah biasa, menjadi sensasional dan “ajaib” karena kita tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ketidakmengertian ini adalah pangkal dari semua mitos dan takhyul yang ada di dunia. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=114&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/paraeidolia-menjawab-fenomena-penampakan-lafaz-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/miracle-01a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">miracle-01a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/virgintree.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">virgintree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Islam dan Kepedulian Terhadap HAM</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/107/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/107/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/107/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra JIKA kita intens menyimak konflik Israel-Palestina, atau konflik di timur tengah pada umumnya, akan muncul satu pertanyaan yang cukup mengganggu yaitu: apakah kecaman dunia Islam terhadap agresi Israel atas Palestina, atau invasi AS terhadap Irak dan Afghanistan disebabkan karena kepedulian umat Islam terhadap HAM? Kalau jawabannya adalah YA, maka akan muncul pertanyaan selanjutnya: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=107&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<div id="attachment_105" class="wp-caption alignleft" style="width: 267px"><span style="color:#000000;"><strong><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/displaced-sudan-women_7866.jpg"><img class="size-medium wp-image-105" title="displaced-sudan-women_7866" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/displaced-sudan-women_7866.jpg?w=257&#038;h=191" alt="" width="257" height="191" /></a></strong></strong></span><p class="wp-caption-text">Korban sipil konflik di Sudan: Omar Bashir membunuh sekurangnya 300,000 warga sipil di Sudan selatan, dan tidak ada protes berarti dari dunia Islam. Bayangkan jika pelaku konflik tersebut adalah AS atau Israel.</p></div>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Oleh Ishaputra</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>JIKA</strong> kita intens menyimak konflik Israel-Palestina, atau konflik di timur tengah pada umumnya, akan muncul satu pertanyaan yang cukup mengganggu yaitu: apakah kecaman dunia Islam terhadap agresi Israel atas Palestina, atau invasi AS terhadap Irak dan Afghanistan disebabkan karena kepedulian umat Islam terhadap HAM? Kalau jawabannya adalah YA, maka akan muncul pertanyaan selanjutnya: kenapa mereka cenderung tidak peduli terhadap aneka pelanggaran HAM yang banyak juga dilakukan oleh negara-negara Muslim?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Memang menggelikan, ketika sejumlah Muslim memprotes kebijakan pemerintah Perancis yang melarang pemakaian simbol-simbol agama -termasuk jilbab- di sekolah-sekolah negeri, hampir tidak ada kelompok Muslim yang intens memprotes kebijakan pemerintah Saudi yang melarang pendirian gereja di negaranya. Serangan Israel ke jalur Gaza yang menewaskan <em>sekian ratus</em> warga sipil Palestina, dapat membuat jalan-jalan di Jakarta menjadi macet akibat demonstrasi. Namun genosida yang dilakukan Presiden Omar Bashir, yang menewaskan lebih dari 300.000 warga sipilnya sendiri di Sudan selatan, tidak pernah sampai membuat umat Muslim sudi untuk berdemonstrasi secara intens, apalagi sampai mengerahkan massa hingga memacetkan jalan-jalan protokol.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sikap-sikap yang demikian tentunya menimbulkan sebuah pertanyaan serius: sebenarnya, apa <em>sih “</em>norma dasar” yang nyatanya dipakai oleh dunia Islam (baca: umat Muslim) untuk memandang dunia?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">****</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam analisa saya yang sederhana, terlihat kecenderungan bahwa dunia Islam baru memiliki kepedulian yang intens terhadap konflik kemanusiaan jika itu melibatkan “non-Muslim” -terutama Yahudi dan Kristen- sebagai pelakunya, dan umat Muslim sebagai korbannya. Kecenderungan ini terlihat jelas hampir di manapun komunitas Muslim berada, termasuk Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<div id="attachment_106" class="wp-caption alignright" style="width: 224px"><span style="color:#000000;"><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/shoebaths.jpg"><img class="size-medium wp-image-106" title="shoebatHS" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/shoebaths.jpg?w=214&#038;h=300" alt="" width="214" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Walid Shoebat, mantan mujahid Palestina.</p></div>
<p><span style="color:#000000;">Kenapa ini bisa terjadi? Setidaknya ada dua penyebabnya. <strong>Pertama</strong>, adanya kebencian laten di kalangan Muslim terhadap non-Muslim, khususnya Yahudi dan Kristen, yang ditanamkan sedemikian rupa oleh guru-guru agama dan disebarkan hampir ke seluruh masyarakat Muslim di dunia. Hal ini diperkuat oleh kesaksian <a href="http://shoebat.com/">Walid Shoebat</a>, mantan mujahid Palestina yang menulis buku <em>Why I Left Jihad, </em>dalam sebuah wawancara di CNN. Walid menyimpulkan, rasisme terhadap Yahudi dan superioritas kearaban adalah akar konflik di timur tengah yang sesungguhnya. Itu sebabnya, kata Walid, Hasan Nasrallah tidak meminta maaf ketika roket-roket Hizbullah mengenai warga sipil Yahudi, tetapi meminta maaf ketika roket-roketnya mengenai warga sipil Arab-Muslim. <strong>Kedua</strong>, rasa persaudaraan yang sempit dan superioritas keumatan yang membuat umat Muslim “merasa tidak terlibat” jika konflik kemanusiaan tidak melibatkan Muslim sebagai korban dan non Muslim sebagai pelakunya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari dua faktor di atas, maka jelas kenapa umat Muslim cenderung lebih peduli dan “tergugah” hanya pada konflik-konflik kemanusiaan yang melibatkan non-Muslim sebagai pelakunya dan umat Muslim sebagai korbannya. Dalam kepedulian tersebut, tidak terlihat adanya motivasi HAM, selain dua faktor yang dijabarkan di atas. Sebab jika mereka benar peduli terhadap HAM, maka tentunya mereka akan bersuara imbang terhadap –contoh kecil saja- genosida warga sipil di Sudan selatan oleh Presiden Omar Bashir, atau rezim diktator Tan Shwe yang membunuhi puluhan biksu dalam sebuah demonstrasi di Myanmar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">****</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Prasangka negatif yang terbentuk dalam diri umat Muslim terhadap Yahudi dan Nasrani amat kuat, bahkan tak kurang dari prasangka negatif dunia barat terhadap Islam. Ed Husain dalam <em><a href="http://www.amazon.com/Islamist-Ed-Husain/dp/0141030437/ref=sr_1_1?ie=UTF8&amp;s=books&amp;qid=1253700690&amp;sr=1-1">The Islamist</a></em> menuturkan bahwa di Arab Saudi buku-buku pelajaran Islam dipenuhi oleh ajaran kebencian terhadap orang kafir –Yahudi dan Nasrani. Walaupun hal tersebut agak berkurang setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak pasca tragedi 9/11.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rasa superioritas keumatan yang tinggi, dan kebencian terhadap non-Muslim, terutama Yahudi dan Kristen inilah yang nampaknya membuat umat Muslim kehilangan akal sehatnya untuk menggunakan satu standar saja dalam memandang aneka konflik di dunia. Ketika Amerika Serikat atau Israel melakukan agresi atas suatu negara Muslim, sepertinya ini justifikasi yang bagus untuk melakukan protes keras dan mengekspresikan kebencian terhadap mereka. Dalil yang digunakan sebagai dasar protes pun macam-macam, dari mulai rapalan ayat-ayat Al Quran yang menyinggung soal Nasrani dan Yahudi, hingga –bagi yang bergaya moderat- norma hak-hak azasi manusia. Tetapi jika agresi, genosida, dan aneka kezoliman itu dilakukan oleh negara-negara Muslim sendiri, maka tidak ada suara selantang itu dari dunia Islam. []</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=107&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/107/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/displaced-sudan-women_7866.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">displaced-sudan-women_7866</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/shoebaths.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">shoebatHS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dakwah Fasis dalam Buletin Jum&#8217;at</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/dakwah-fasis-dalam-buletin-jumat/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/dakwah-fasis-dalam-buletin-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social norm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ishaputra SAYA geli dan sekaligus jengkel, ketika secara tidak sengaja membaca selembar buletin Jum’at “Annaafi” edisi 17 Rajab 1430 H/10 Juli 2009. Annaafi adalah lembar buletin Jum’at yang terbit tiap minggu, dengan redaktur Ust. Drs. H. Ru’yat Hamidi, LC, penasihat dan dosen Korp. Mubaligh dan Mubalighoh Masjid Istiqlal Jakarta. Pada edisi tanggal tersebut, judul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=102&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Ishaputra</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_101" class="wp-caption alignleft" style="width: 236px"><strong><strong><a href="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/annaafi.jpg"><img class="size-medium wp-image-101" title="AnNaafi" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/annaafi.jpg?w=226&#038;h=300" alt="" width="226" height="300" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Buletin Jum&#39;at Annaafi.</p></div>
<p><strong>SAYA</strong> geli dan sekaligus jengkel, ketika secara tidak sengaja membaca selembar buletin Jum’at <em>“Annaafi”</em> edisi 17 Rajab 1430 H/10 Juli 2009. <em>Annaafi </em>adalah lembar buletin Jum’at yang terbit tiap minggu, dengan redaktur <strong>Ust. Drs. H. Ru’yat Hamidi, LC, </strong>penasihat dan dosen Korp. Mubaligh dan Mubalighoh Masjid Istiqlal Jakarta. Pada edisi tanggal tersebut, judul yang diangkat adalah <strong><em>“Kawan dan Lawan”,</em></strong> ditulis oleh Ummu Akbar.</p>
<p>Sekilas tidak ada yang aneh pada judulnya. Namun ketika isinya dibaca, terlihat pandangan keislaman Ummu Akbar yang bercorak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Facism">fasis</a>, dengan menganggap bahwa musuh sejati umat Islam adalah orang kafir. Ya, “orang kafir”, tanpa ada penjelasan orang kafir seperti apa yang wajib dimusuhi oleh kaum Muslimin. Ummu Akbar juga menegaskan bahwa kawan sekaligus saudara “kita”, tentu saja sesama kaum Muslimin, dan lagi-lagi tanpa ada penjelasan kaum Muslimin seperti apa yang harus dianggap kawan dan saudara.</p>
<p>Untuk menjustifikasi pandangan sempitnya itu, Ummu Akbar “memanfaatkan” banyak ayat Al Quran. Antara lain adalah <em>Al Mumtahanah ayat 1, An-Nisa 10, Ali Imran 28, Al Maidah 51, Al Hujurat 10 </em>dan<em> Al Munafiqun 4</em>. Penggalan-penggalan Al Quran tersebut sudah tentu “dipilih” Ummu Akbar seenak jidatnya sendiri, dengan tentunya mengabaikan konteks ayat tersebut dan ayat-ayat lain yang bernada toleran.</p>
<p>Dalam tulisannya, Ummu Akbar tampak ingin membangun opini di kalangan pembaca Muslim bahwa umat Muslim itu adalah superior atas orang kafir (non-Muslim). Dan semua orang kafir itu adalah musuh Allah yang inferior baik di dunia maupun akhirat, sampai-sampai berteman dengan mereka pun tidak boleh. Hal ini dipertegas pada paragraf ketiga dalam tulisannya, <em>“kita tidak boleh berteman dengan mereka, atau bahkan memberi bantuan walau hanya berupa dukungan moral, begitulah seharusnya sikap kita terhadap orang-orang kafir”.</em> Lagi-lagi, tidak ada penjelasan sama-sekali orang kafir seperti apa yang wajib dimusuhi. Sehingga dari tulisannya itu tersirat bahwa seluruh orang kafir adalah musuh kaum Muslimin. Demikian pandangan Ummu Akbar yang memayungi dirinya dengan beberapa ayat Al Quran di atas.</p>
<p>Sedikitnya ada dua “kesalahan moral” Ummu Akbar dalam buletin yang ditulisnya. Pertama, Ummu Akbar mengutip Al Quran dengan sepenggal-penggal sehingga ayat dimaksud dapat dimaknai berbeda dari konteks asalnya oleh pembaca. Kedua, Ummu Akbar tidak memberi penjelasan sama-sekali mengenai orang kafir seperti apa yang harus dimusuhi, sehingga ini mensiratkan bahwa setiap orang kafir harus dibenci oleh umat Muslim. Kalaupun maksud Ummu Akbar tidak seperti itu, maka beliau tetap saja salah dari segi penulisan. Tulisannya tidak lengkap dan bisa menyesatkan, ini fatal.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p>PANDANGAN Ummu Akbar yang demikian mengingatkan kita pada fasisme <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Facism#Nazism_.28National_Socialism.2C_Germany.29">Hitler</a> dan  Kekaisaran Jepang pada PD II. Bedanya, Hitler dan Jepang menggunakan “ras” sebagai simbolisme atau “lem perekat”. Sementara Ummu Akbar dan kaum Islamis sejenis menggunakan “agama”.</p>
<p>Hitler dan Jepang memandang bahwa bangsa di luar ras mereka adalah musuh yang inferior, yang harus tunduk-takluk kepada mereka. Demikian pula pandangan Ummu Akbar dan kelompok Islamis sejenis, mereka memandang bahwa umat di luar agama adalah musuh yang inferior dan harus ditundukkan.</p>
<p>Adanya simbologi sebagai lem perekat demikian adalah salah satu ciri ideologi fasis. Hal tersebut dibangun untuk membuat masyarakat percaya bahwa kelompok mereka lebih unggul dari kelompok lain, sehingga mudah dimobilisir oleh penguasa. Sebagaimana Hitler dan Jepang menganggap “ras” mereka lebih unggul ketimbang ras lain, maka demikian juga Ummu Akbar dan kaum Islamis sejenis, menganggap kelompok agama mereka lebih unggul dan mulia ketimbang umat agama lain.</p>
<p>Propaganda fasis juga memiliki ciri khas lain: yaitu menjual kewaspadaan atas ancaman dari luar (baik yang benar-benar ancaman, maupun yang sekedar diada-adakan). Saya pikir sudah bukan rahasia, bahwa kelompok Islamis kerap kali menjadikan “barat” &#8211;dengan elemen-elemennya yaitu <em>Nasrani, Yahudi</em>, dan <em>sekuler-ateis</em>&#8211; sebagai musuh yang senantiasa mengancam kaum Muslimin. Berbagai cara selalu dilakukan untuk menyalahkan “barat” atas segala penderitaan umat Muslim. Seringkali sikap ini begitu berlebihan sehingga membuat mereka lupa terhadap kezaliman yang diperbuat oleh sesama saudara Muslim sendiri.</p>
<p>Mari kita berprasangka baik terhadap ajaran agama Islam yang “rahmatan lil alamin”. Namun sebaiknya “prasangka baik” ini hendaknya jangan sampai membuat kita tenggelam terhadap materi-materi dakwah sebagaimana tersaji dalam buletin Jum’at di atas. Bagaimana pun, fasisme adalah musuh peradaban modern yang bebas, egaliter dan manusiawi.</p>
<p>Sangat disayangkan jika masyarakat Muslim tidak memiliki kepekaan terhadap dakwah-dakwah bernada fasis seperti di atas, sehingga tulisan-tulisan manusia sejenis Ummu Akbar dapat melenggang bebas di masjid-masjid. Celakanya, tulisan tersebut mungkin menjadi inspirasi bagi <em>jammaah</em> yang “imannya” kurang kuat. Inilah cikal-bakal radikalisme Islam yang biasanya berujung pada aksi-aksi kekerasan fisik. Umat Muslim seharusnya sadar, bahwa musuh sejati mereka sebenarnya bukan orang kafir, tapi penyakit hati dan rasa superioristis yang didakwahkan oleh saudara mereka sendiri. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=102&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/11/29/dakwah-fasis-dalam-buletin-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/11/annaafi.jpg?w=226" medium="image">
			<media:title type="html">AnNaafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memalukan, &#8220;Hoax&#8221; Islami Ramai Diminati</title>
		<link>http://ishaputra.wordpress.com/2009/01/31/memalukan-hoax-islami-ramai-diminati/</link>
		<comments>http://ishaputra.wordpress.com/2009/01/31/memalukan-hoax-islami-ramai-diminati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 12:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ishaputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klarifikasi Hoax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ishaputra.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Ini bermula ketika saya membaca sebuah blog yang memaparkan cerita mujijat &#8220;bulan terbelah&#8221; : http://kajian-serbaserbi.blogspot.com/2006/08/penelitian-nasa-bulan-pernah-terbelah.html (setelah saya cek kembali, blog di atas rupanya sudah dihapus oleh pemiliknya, mungkin karena &#8220;malu&#8221; ketahuan bohongnya) Ada lagi yang masih aktif: http://alisaid.wordpress.com/2007/09/20/pendaratan-manusia-di-bulan-mengungkap-mukjizat-nabi-muhammad-dan-kebenaran-al-quran/#comment-175 Dua blog tersebut memaparkan kisah mujijat Nabi SAW membelah bulan berdasarkan cerita sebuah Hadith dan tafsir surah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=71&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-70" title="rille-apollo10" src="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/01/rille-apollo10.jpg" alt="rille-apollo10" width="300" height="211" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ini bermula ketika saya membaca sebuah blog yang memaparkan cerita mujijat &#8220;bulan terbelah&#8221; :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kajian-serbaserbi.blogspot.com/2006/08/penelitian-nasa-bulan-pernah-terbelah.html">http://kajian-serbaserbi.blogspot.com/2006/08/penelitian-nasa-bulan-pernah-terbelah.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">(setelah saya cek kembali, blog di atas rupanya sudah dihapus oleh pemiliknya, mungkin karena &#8220;malu&#8221; ketahuan bohongnya)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada lagi yang masih aktif:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://alisaid.wordpress.com/2007/09/20/pendaratan-manusia-di-bulan-mengungkap-mukjizat-nabi-muhammad-dan-kebenaran-al-quran/#comment-175">http://alisaid.wordpress.com/2007/09/20/pendaratan-manusia-di-bulan-mengungkap-mukjizat-nabi-muhammad-dan-kebenaran-al-quran/#comment-175</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dua blog tersebut memaparkan kisah mujijat Nabi SAW membelah bulan berdasarkan cerita sebuah Hadith dan tafsir surah Al-Qamar. Sampai di sini tidak ada yang saya persoalkan, karena toh &#8220;cerita mujijat&#8221; adalah hal yang lumrah di setiap agama. Namun yang jadi masalah, adalah ditampilkannya foto &#8220;guratan bulan&#8221; (atau secara ilmiah disebut &#8220;lunar rille&#8221;) pada cerita itu <strong>yang dimaksudkan sebagai BUKTI VISUAL bahwa bulan memang pernah terbelah.</strong> Selain itu, ditampilkan juga kesaksian <em>Daud Musa Pitkhok</em>, seorang pemimpin <em>Hizb Islami </em>di London yang -menurut cerita- masuk Islam karena mengetahui mujijat tersebut. Daud Musa Pitkhok dikisahkan masuk Islam begitu secara tidak sengaja menyaksikan wawancara BBC dengan &#8220;tiga pakar ruang angkasa AS&#8221; yang hasil penelitiannya mengatakan bahwa bulan pernah terbelah di zaman dahulu kala dan kemudian menyatu kembali. Nama yang muncul berikutnya adalah Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, yang dalam kisahnya adalah seorang pakar geologi Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mencoba &#8220;berprasangka baik&#8221; dengan melakukan penelusuran sederhana terhadap kebenaran berita ini. Saya mulai mencari di <em>google </em>dengan kata kunci <em>Daud Musa Pitkhok, </em>dan <em>Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar</em>, <strong>hasilnya adalah artikel yang sama dari situs web yang berbeda-beda.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Logika sederhana: jika berita tersebut benar adanya, tentunya itu adalah fenomena besar dalam sejarah ilmu pengetahuan. Tentunya pula akan ada banyak kajian baik dalam kerangka sains/ilmiah maupun jurnalistik terhadap persoalan &#8220;bulan terbelah&#8221; tersebut. Terlebih pernah diliput oleh BBC, institusi pers ternama, pastilah kata kunci tersebut menampilkan sumber-sumber, baik ilmiah maupun jurnalistik, yang kaya akan peristiwa ini. Sebagai bandingan, jika anda memasukkan kata kunci &#8220;Madonna&#8221; di <em>google</em>, pasti anda akan menemukan aneka situs tentang Madonna yang tentu berbeda-beda, tidak serupa seperti nampak sekedar dicopy-paste.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, ada satu blogger lagi, namun yang ini nampaknya hanya milik seorang PENGECUT yang setelah saya beri sanggahan, dia menghapus blognya:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://arifbastari.multiply.com/journal/item/170/PAKAR_GEOLOGI_MUSLIM_BULAN_PERNAH_TERBELAH">http://arifbastari.multiply.com/journal/item/170/PAKAR_GEOLOGI_MUSLIM_BULAN_PERNAH_TERBELAH</a></p>
<p style="text-align:justify;">Artikel pada blog tersebut kini <strong>KOSONG</strong>, membuktikan artikel tersebut sudah dihapus!</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataannya, dari milyaran web yang ada di dunia, kata kunci <em>Daud Musa Pitkhok </em>hanya menghasilkan artikel yang sama dari web yang berbeda-beda. <strong>Hal itu mengindikasikan berita tersebut adalah &#8220;hoax&#8221; yang dicopy-paste secara berantai dan dipublikasikan melalui webblog dan mailinglist.</strong> Hal ini diperkuat dengan bukti dari situs resmi NASA sendiri (diterangkan di bawah) bahwa foto &#8220;guratan pada bulan&#8221; bukanlah akibat bulan pernah terbelah. Dan NASA sama sekali tidak pernah mengklaim ada hasil penelitian yang mengatakan bahwa bulan pernah terbelah, apalagi bahwa yang disebut &#8220;lunar rille&#8221; adalah akibat bulan pernah terbelah. Kasus ini sudah pernah diklarifikasi dalam buletin LAPAN.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pak T. Djamaludin, peneliti Astronomi LAPAN juga telah mengklarifikasinya di sini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mutoha.blogspot.com/2007/07/bulan-pernah-terbelah.html">http://mutoha.blogspot.com/2007/07/bulan-pernah-terbelah.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan soal gugatan terhadap iman Islam yang meyakini mujijat bahwa Nabi Muhammad pernah membelah bulan (menurut Hadith), atau makna dari Surah Al-Qamar. Namun persoalannya adalah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahwa ada yang menggunakan foto <em>guratan pada bulan</em> dari NASA lepas dari konteks aslinya, sebagai <span style="text-decoration:underline;">upaya pembenaran</span> dari mujijat tersebut. </strong>Dalam situs resminya, NASA tidak pernah mengatakan bahwa bulan pernah terbelah, atau &#8220;guratan&#8221; tersebut adalah akibat bulan pernah terbelah.</p>
<p style="text-align:justify;">Foto yang ditampilkan dalam hoax itu konteks sebenarnya berasal dari sini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.hq.nasa.gov/office/pao/History/SP-362/ch4.2.htm">http://www.hq.nasa.gov/office/pao/History/SP-362/ch4.2.htm</a></p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diperhatikan: link resmi NASA di atas tidak sedikitpun mengatakan bahwa guratan pada bulan adalah akibat bulan pernah terbelah.</p>
<p style="text-align:justify;">Guratan tersebut dinamakan <em>lunar rille, </em>penjelasannya di sini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap021029.html">http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap021029.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Di situs itu disebut &#8220;<strong><em>rille appear all over the Moon</em>.&#8221;</strong> Jadi <em>rille</em> ada disekujur tubuh bulan, bukan SATU seperti seolah bulan pernah terbelah dua.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah <em>rille</em> itu? Penjelasannya ada di sini:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rille">http://en.wikipedia.org/wiki/Rille</a></p>
<p style="text-align:justify;">By the way, <strong>Apa sih itu HOAX?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;A hoax is a deliberate attempt to <strong><span style="text-decoration:underline;">dupe, deceive or trick an audience into believing, or accepting, that something is real, when in fact it is not</span></strong>; or that something is true, when in fact it is false. In an instance of a hoax, an object, or event, <strong><span style="text-decoration:underline;">is not what it appears to be, or what it is claimed to be..&#8221;</span></strong> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax">http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax</a></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian klarifikasi ini dibuat, terima kasih atas perhatiannya. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ishaputra.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ishaputra.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ishaputra.wordpress.com&amp;blog=4541895&amp;post=71&amp;subd=ishaputra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ishaputra.wordpress.com/2009/01/31/memalukan-hoax-islami-ramai-diminati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ishaputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ishaputra.files.wordpress.com/2009/01/rille-apollo10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rille-apollo10</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
